Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

May 30, 2017

Computer Hacking dan Perang Global: Memahami Cyber Warfare


Oleh: Nofia Fitri


Setelah aksi spionase ‘spy’ dunia maya yang dilakukan militer Cina dalam rangkaian serangan Byzantine Candor, serangan Stuxnet di Iran, Ghosnet di India, Aurora di Cina dan berbagai macam malwares, botnet, trojan atau jenis virus lainnya yang dapat mengancam sistem keamanan komputer manapun di seluruh jagad cyber, maka tidak ada kata ‘aman’ lagi di dunia maya. 

Ketika komputer terhubung dengan internet, itulah saat dimana setiap sistem dapat sewaktu-waktu menjadi target dari tangan-tangan berkepentingan, salahsatunya untuk tujuan politik. 




Teknologi Komputer dan Perang Modern

Organisasi whistleblower Wikileaks dan kegiatan leaking politiknya yang cukup menjadi fenomena mengguncang diakhir tahun 2010 menjadi babak baru dalam konstalasi global, menjadikan teknologi komputer sebagai satu bentuk investasi mahal dalam menciptakan kekuatan-kekuatan baru di dunia modern.






Bersamaan dengan itu, kegiatan-kegiatan spionase berupa ‘spy’ atau mata-mata lewat dunia maya sampai dengan aksi sabotase hingga ‘firesale’ dititik ekstrem yang terjadi belakangan ini sebagai bentuk ‘perang model baru’ tidak dapat lagi dihindari. Selain telah menjadi satu fenomena global yang menarik untuk diperbincangkan kalangan masyarakat umum, aksi perang via dunia maya tersebut juga menyerap perhatian lebih dari kaum akademisi/pakar, ilmuan dan pemimpin-pemimpin dunia.

Kemunculan perang model baru tersebut berangkat dari fakta perang-perang konvensional seperti Perang Dunia (PD) I dan (PD) II hingga Cold War yang dianggap sebagai rangkaian perang yang terlalu banyak menghabiskan dana dan nyawa sementara sasaran negara-negara berkepentingan selalu tidak terlepas dari keinginanan untuk menjadi penguasa dunia dengan menyingkirkan rival-rival negara kuat. Karenanya lirikan terhadap teknologi hacking computer pun semakin mencuat ke permukaan demi menjawab kebutuhan dunia masa depan dan menekan kerugian-kerugian perang.  


‘Hacking on the Planet War’

Setelah penyerangan Stuxnet yang berhasil merusak salah satu Pusat Pengayaan uranium di Iran, hingga kematian Ilmuannya, dunia tidak lagi dapat menutup mata bahwa hacking computer telah berkontribusi, setidaknya turut merubah konstalasi politik global.

Jelas terlihat bahwa teknologi komputer hari ini telah digunakan dalam penerapan sistem-sistem keamanan dalam menjalankan suatu pemerintahan negara, selain juga untuk mengoperasikan segala bentuk fasilitas-fasilitas negara yang terkomputerisasi. Karenanya, kemampuan teknologi hacking komputer yang dapat digunakan untuk menyusup melalui sistem memegang peranan krusial dalam dunia yang modern hari ini.


Fenomena ‘Cyber Cold War’

Dengan demikian, dunia modern secara otomatis menempatkan teknologi hacking komputer sebagai salahsatu andalan dari kekuatan–kekuatan nasional suatu negara selain kapabilitas militer dan pertumbuhan ekonomi yang dalam dekade terakhir sudah terlebih dahulu tercatat dalam teori-teori politik klasik dan modern.

Tujuan-tujuan politik yang tidak terefleksi secara pasti memunculkan istilah ‘cyber cold war’ dimana negara-negara pemilik power & kepentingan berusaha menutupi kesengajaan aksinya dari jangkauan masyarakat dunia. Namun pergerakan waktu dan tingkat kepekaan yang tinggi menyadarkan manusia bahwa telah mulai muncul ke permukaan satu perang yang dapat mengancam planet dimana mereka hidup.


Hacking Global untuk Indonesia

Ketika Indonesia memutuskan untuk menteknologikan bangsa, lewat e-government sistem misalnya, maka negara ini pun harus siap dalam menghadapi dinamisasi politik global yang sarat teknologi hacking komputer sebagai salahsatu kekuatan nasional.

Seberapa besar Indonesia berkekuatan untuk masuk kepada konstalasi politik global dimana teknologi hacking komputer memainkan peran krusial nantinya tergantung kepada ‘concern’ Pemerintah itu sendiri terhadap kapabillitas hacker yang dimiliki bangsa ini dan seberapa besar inovasi dalam hacking komputer berhasil dilakukan. 





No comments: