Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Nov 18, 2016

Fundamentalisme dan Penolakannya Terhadap Modernisme dalam Perkembangan Pemikiran Politik Islam


Oleh: Nofia Fitri 


            I.               Pendahuluan

Revolusi Islam Iran yang meruntuhkan sistem sekuler monarki pada tahun 1979 dianggap sebagai salah satu pemicu bangkitnya gerakan fundamentalisme dinegara-negara Islam. Sementara itu, Sekulerisme Turki, sebaliknya, kerap menjadi referensi dalam memahami bagaimana modernisme tumbuh dan berkembang dalam khasanah keilmuan Islam. Fenomena bertolak-belakang antara Fundamentalisme dan Modernisme dalam sejarah pemikiran politik Islam sesungguhnya semakin memperkaya khasanah keilmuan dalam konteks hubungan Negara dan Agama. Contoh Iran dan Turki sebetulnya bukan satu-satunya yang menjadi referensi kuat dalam mengenal bagaimana Fundamentalisme dan Modernisme dalam Islam menjadi pondasi berdirinya sebuah negara.


Sep 10, 2016

Sosialis-Demokrat ala Syahrir

Oleh: Nofia Fitri

Diantara tokoh kemerdekaan Indonesia yang kaya akan konsep-konsep tentang Bangsa yang Merdeka, yang kaya akan pemikiran hasil telaah terhadap sejarah dan hasil analisis dari sekian banyak pemikir-pemikir besar dunia, adalah Sutan Sjahrir, putra Minang kelahiran Padang Panjang dibulan Maret 1909, salah satu penggores sejarah Indonesia yang pernah memimpin bangsa dengan pengabdiannya sebagai Perdana Menteri selama 3 kali di era ketika Indonesia tengah belajar mengadopsi ide-ide Demokrasi yang berbasis kerakyatan.
Walaupun kaya akan pemikiran-pemikiran politik nan brilian, sosok Sutan Sjahrir yang akrab disapa “Bung Sjahrir” ini dikenal sebagai tokoh pencetus kemerdekaan yang tidak haus akan kekuasaan politik. Kematiannya di Pembuangan, pengalamannya mengarungi kehidupan dari penjara ke penjara, pembelajarannya dari satu kota ke kota-kota lain, serta tulisan-tulisannya tentang Politik, ekonomi sampai ke Puisi dan wanita sungguh pantas mengantarkannya menjadi salah seorang tokoh besar dari Kebangkitan Asia.
Ciri perjuangan sosok Sjahrir adalah perjuangan Sosialisme, Nasionalisme, Demokrasi dan dengan cara damai tanpa kekerasan, juga selalu mengedepankan teknik diplomasi. Sebagian perjanjian-perjanjian Pemerintah Indonesia dengan penjajah diera kolonialisasi dipelopori oleh Sjahrir. Dengan kesadaran bahwa Belanda terlalu kuat untuk dilawan dengan senjata, Sjahrir tahu betul tentang diperlukannya diplomasi damai demi menghindari pertumpahan darah dan korban yang mungkin berjatuhan dari peperangan fisik.

Sep 4, 2016

Sjahrir: Sosialisme, Nasionalisme, dan Demokrasi dengan Diplomasi






Oleh: Nofia Fitri

PENDAHULUAN

Diantara tokoh kemerdekaan Indonesia yang kaya akan konsep-konsep tentang Bangsa yang Merdeka, yang kaya akan pemikiran hasil telaah terhadap sejarah dan hasil analisis dari sekian banyak pemikir-pemikir besar dunia, adalah Sutan Sjahrir, putra Minang kelahiran Padang Panjang dibulan Maret 1909, salah satu penggores sejarah Indonesia yang pernah memimpin bangsa dengan pengabdiannya sebagai Perdana Menteri selama 3 kali di era ketika Indonesia tengah belajar mengadopsi ide-ide Demokrasi yang berbasis kerakyatan. 

Walaupun kaya akan pemikiran-pemikiran politik nan brilian, sosok Sutan Sjahrir yang akrab disapa “Bung Sjahrir” ini dikenal sebagai tokoh pencetus kemerdekaan yang tidak haus akan kekuasaan politik. Kematiannya di Pembuangan, pengalamannya mengarungi kehidupan dari penjara ke penjara, pembelajarannya dari satu kota ke kota-kota lain, serta tulisan-tulisannya tentang Politik, ekonomi sampai ke Puisi dan wanita sungguh pantas mengantarkannya menjadi salah seorang tokoh besar dari Kebangkitan Asia.


Sep 1, 2016

Demokrasi Radikal Mouffe: Penolakan Terhadap Liberalisme dan Upaya Mewujudkan Demokrasi Substansial


Oleh: Nofia Fitri




Perkembangan demokrasi dari masa ke masa mengalami fase yang terus berubah-ubah. Dari gagasan demokrasi yang berangkat dari akar filosofis tentang ide-ide kebebasan hingga melahirkan Liberalisme, sampai kepada perdebatan antara demokrasi yang substansial dengan demokrasi yang prosedural. Perbedaan model demokrasi tersebut terjadi diberbagai belahan dunia, salahsatunya, karena karakter unik dari masing-masing negara yang ketika menyerap ide-ide demokrasi tetap tidak ingin kehilangan jati dirinya. Sebut saja India sebagai salahsatu negara demokrasi terbesar di dunia yang justru masyarakatnya dibangun atas sistem kelas. Model demokrasi prosedural yang ketara semacam ini, kemudian menuai berbagai macam kritik dari pengusung demokrasi substantif. Diantara kritik atas demokrasi prosedural adalah gagasan demokrasi radikal yang diplopori oleh dua orang pemikir kiri Chantal Mouffe dan Ernesto Laclao.