Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Dec 23, 2013

ISTANBUL adalah Jakarta, JAKARTA adalah Istanbul!!!


Oleh: Nofia Fitri

2010, tepat tiga bulan sebelum percobaan bom bunuh diri yang diklaim sebagai ulah PKK melukai sekitar 50 orang pengunjung Taksim -sebuah daerah yang menjadi salahsatu pusat kesibukan kota Istanbul- aku duduk dihalte terminal Taksim Square yang bersampingan dengan pos polisi dimana bom 2010 tersebut diledakan. Suatu pagi yang cerah sepanjang keberadaanku di Turki. Sambil memandang sibuknya pagi di Taksim, padahal hari itu adalah hari minggu, tidak pernah jauh dariku kamera dan laptop yang kugunakan untuk mendokumentasikan setiap gerakanku mengeksplorasi Istanbul pagi itu.

Bagiku, Istanbul adalah Jakarta, Jakarta adalah Istanbul. Crowdidnya kota Jakarta adalah crowdidnya Istanbul, amburadulnya tata kota Jakarta adalah amburadulnya tata kota Istanbul. Luxurynya Jakarta adalah luxurynya Istanbul.

"Holla Diary Ku.... Suasananya sumpah seru banget Big City, lokasi yang kalau diliat dari fisik bangunan ini termasuk kota yang tua, masyarakatnya ramah dan crowded. Pagi-pagi aktivitas kehidupan dah keliatan. Duduk dari Halte Taksim berlawanan sama Bambi Hotel, Square Hotel seru ngeliat orang lalu lalang, tapi yang paling keren udaranya cocok buat puasa, dingin angin sepoy-sepoy gak ngerasa summer. Seru ngeliat turis-turis baca peta, mulai dari yang bahasanya Inggris, Rusia, Jerman sampai bahasa Jepang. Mereka sibuk dengan komunikasi tubuh sama supir-supir taksi dan kalaupun banyak supir taksi tahu bahasa Inggris mereka tetap menuntut calon penumpangnya untuk berbahasa Turki."


Istanbul adalah “the frenetic city” sebuah kota hingar bingar, “marvel” mengagumkan. Tidak ada yang tidak ada di Istanbul, mulai dari orang miskin sampai orang kaya, artis sampai pemain bola, pemulung sampai penguasaha. Semua ikon kota besar dari kemacetan, kesibukan penduduk, kriminalitas, sampai kumuh dan mewah semuanya ada di Istanbul. Pengalaman masuk Mall termewah yang rata-rata harga parfumnya diatas 1000 dollar termasuk istilah ‘Mall diatas Mall’ yang diparkirannya cuma ada Porsce, Jaguar, BMW, dan Ferrari terjadi di Istanbul.

Ayah angkat Turkiku selalu mengingatkan kalau di Jakarta penduduknya sekitar 20 juta orang, Istanbul memiliki tak kurang dari 50 juta orang, dimana satu kematian dipastikan terjadi dalam satu hari dan kriminalitas muncul lima kali ditiap satu jam. Ayahku mengingatkan untuk jangan pernah mengeluarkan telepon dan kamera ketika kita berjalan-jalan di Grand Bazar Istanbul sebuah pusat perbelanjaan tradisional ditengah kota yang sangat ramai dan sesak, dan akan sangat sulit membedakan mana wajah orang biasa dan mana wajah penjambret, selain mereka berada diantara wajah-wajah turis yang datang dari belahan dunia yang berbeda. Bagiku apa bedanya dengan Jakarta yang pencurian atau penjambretan juga mewarnai pemberitaan media setiap harinya, cerita pembunuhan juga tidak pernah tidak muncul dalam satu hari, dan tidak ada suatu ciri khusus yang dapat digunakan untuk membedakan mana orang baik dan mana penjahat. Kata ayahku lagi “juga di Istanbul, setiap demonstrasi yang terjadi dapat selalu berakibat pada chaos,” mengingatkan pada kisah dimana mahasiswa perang molotov dengan aparat keamanan ketika pertemuan IMF dunia 2009 berlangsung di Taksim. Kebetulan dihari itu demonstrasi menyambut referendum Turki tengah berlangsung tepat didepan gerbang besar Sekolah Galatasaray, mereka mengingatkan untuk tidak mendekati pengunjuk rasa. Aku hanya tersenyum simpul mengingat beberapa tahun yang lalu aku pernah menjadi bagian dari sebuah unjuk rasa serupa di Jakarta.

Kembali bagiku Istanbul adalah Jakarta, Jakarta adalah Istanbul, namun yang berbeda mungkin Istanbul adalah kota ‘simbol nasionalis sejati’ dimana sejauh mata memandang tidak pernah luput dari sebuah pemandangan bendera merah putih dengan bulan dan bintang berkibar-kibar diudara, sementara ditanah air sebuah pemandangan bendera merah putih tanpa bulan dan bintang berkibar-kibar di udara kadang tidak tampak meskipun hari itu jelas-jelas 17 Agustus. Awal tahun 2010 ditandai Turki sebagai tahun pergerakan agresif menuju keanggotaan Uni Eropa, dan diantara yang Turki lakukan adalah mempublikasikan Istanbul sebagai “The Cultural City of Europe.” Tidak hanya sebatas kejayaan Ottoman yang meninggalkan banyak situs bersejarah di Istanbul dimana Masjid Ayasopia yang menandakan suatu proses besar penyebaran agama dan Grand Bazar yang berusia nyaris 1000 tahun dua diantaranya, melainkan juga keindahan dan kemodernan kota yang terrefleksi mulai dari pesona Örtakoy sampai Bosporus Bridge. 

Inilah wajah Turki yang unik karena sejauh mata memandang tampak kota dibalik lautan dan tampak bangunan diantara gunung-gunung yang menjulang. Kalau di Indonesia kita menemukan bentuk seperti sawah-sawah terrasering di daerah pegunungan, kalaupun ada daerah semacam ini yang didiami penduduk hanya terdapat dikota-kota kecil atau tempat-tempat wisata seperti Bali, Puncak di Bogor atau Malino di Makassar. Tapi di Turki mulai dari kota-kota besar sampai wilayah distrik “kasaba” dalam bahasa Turki berdiri diatas tanah tak rata, bukan daratan semacam Jakarta. Inilah demografi Turki, sebuah icon yang sungguh menarik, “membangun peradaban diantara gunung-gunung dan lautan.”

Kisah ku tentu saja tidak berakhir di Istanbul dan pergulatan antara bahasa imajinasi dalam sebuah fantasi tentang cita-cita. Aku menyadari bahwa hidup di tanah rantau adalah kehidupan menemukan Keluarbiasaan Allah yang juga dianugrahkan kepada ciptaan Nya dan apa yang direncanakan manusia sesungguh Nya adalah Kuasa Allah dalam pinta hamba Nya.

Gambar adalah Koleksi Pribadi Nofia Fitri.... 
















2 comments:

shofi said...

Salam kenal mbak Nofia, saya senang ngikutin tulisan-tulisan di blog mbak.
Pengen lihat juga foto2 di Turki dong mbak :D

Salam kenal
Shofi dari Jogja

Nofia Fitri said...

salam kenal dear..
makasi atas apresiasinya..

utk foto2 Turki ku, silahkan cek di FB ku nofiafitri.azriel

;)