Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Jan 16, 2013

Virus PENGANTAR.... Sebuah Puisi


Ketika komputerku terkoneksi dengan internet, adalah saat dimana aku merasa dituntut untuk menjadi lebih “aware” terhadap sistemku. Tapi tidak hanya disitu, ketika sebuah USB terhubung dengan komputer tanpa koneksi internet pun, ketika itulah aku sedang dibayang-banyangi oleh ketakutan akan adanya “kekuatan jahat” yang mungkin tengah mengintaiku.


Perihal diataskah yang muncul di fikiran kita ketika sekilas terbesit kata “virus” di kepala?

Baiklah, sepertinya saya harus memulai kata pengantar ini dengan sebuah kata “Wow!”. Adalah sesuatu yang baru dan luarbiasa membuat sebuah kumpulan paragraf merefleksikan karya-karya luarbiasa yang terjewantahkan dalam buku kumpulan puisi tentang virus ini. Untuk lebih jauh tenggelam dalam indahnya bait-bait puisi dalam mewakili perasaan para users saya memilih untuk sedikit memulai dengan dimensi ilmu dan perkembangan teknologi komputer.


Teknologi komputer dan Sastra

Teknologi komputer adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari aspek-aspek kehidupan lain, seperti sosial, dimana para ahli bicara soal struktur masyarakat baru yang mampu diciptakan oleh teknologi jejaring sosial misalnya. Para ahli psikologi dan psikoanalisis pun tengah mencari korelasi bagaimana teknologi komputer mampu menciptakan jiwa-jiwa yang berbeda dari para pencintanya.

Para filsuf membidik arena dimana teknologi komputer mampu mengalineasi manusia dari kehidupannya, dan bidang politik menjadi lebih peduli tentang bagaimana teknologi komputer ternyata mampu menjadi kekuatan politik baru dalam kajian-kajian tentang “kekuasaan” dan tata dunia global.

Lalu bagaimanakah teknologi komputer dan hubungannya dengan bidang Sastra? Karya inilah salahsatunya yang tengah mencoba untuk menjadi alat transformasi dalam merefksikan kekuatan bait-bait puisi dalam mengeksplorasi perkembangan teknologi komputer.


Virus Sebagai Sebuah Pengantar

Setelah mencoba menjiwai setiap bait-bait puisi dalam kumpulan karya ini, saya seperti masuk ke dalam suatu dimensi “protes” dan “kekecewaan” dari para “victim” yang beberapa tidak berdosa atau memang sengaja dijadikan target oleh “cracker” dan beberapa menjadi bahan tertawaan virus karena kelalaiannya.

Bukan sesuatu yang harus ditutupi, saya pun pernah menjadi korban virus yang nyaris memusnahkan seluruh folder penting dalam komputer saya. Tapi adalah suatu anugrah ketika kejadian tersebut menstimulus saya untuk lebih mencintai variannya khasanah Ilmu dalam teknologi komputer.

Untuk sesuatu yang lebih bernuansa dan kuat merefleksikan sastra dalam teknologi komputer, Virus Pengantar ini khusus dibuat sebagai awal positif sebelum jauh melihat bagaimana gejolak perasaan tertuang menjadi karya-karya puisi dalam buku ini.



Virus Pengantar *

Apakah kau sedang bersedih?
Ooh tidak, kau sedang tersenyum, memandangi layar komputermu
Apakah kau sedang kesal?
Ooh tidak, kau sedang tertawa, menertawai betapa lalainya dirimu
Apakah kau sedang kecewa?
Ooh tidak, kau sedang berfikir, mengkerutkan dahimu, mencari cara mengatasi.

Aku ada bukan untuk menyakitimu, bukan untuk merugikanmu
Aku tengah membuatmu berhati-hati demi sebuah inovasi
Aku ada karena kau yang mencintai komputermu seperti sebuah “rasa”
Aku ada sebagai karya, bukan sesuatu yang muncul untuk menjadi sia-sia

Virus ini mengantarmu kepada bait-bait puisi
Virus ini mengajakmu mengeksplorasi tentang luasnya ilmu
Virus ini memaksa masuk untuk bersemayam difikiranmu
Virus ini adalah aku, yang sedang memberi “pengantar” untukmu

Ketahuilah, penciptaku mungkin sedang berbangga diri melihat deritamu
Tapi disana, ia juga sedang menciptakan ilmu baru yang berguna untuk belajarmu
Ketahuilah, penciptaku mungkin sedang menerima materi dari kehebatanku
Tapi disana, ia juga sedang berfikir tentang bagaimana memunculkan suatu antivirus baru.

Prustasikan dirimu dengan kehadiranku?
Inginkah kau melenyapkan diriku?
Mampukah kau menciptakan sesuatu yang dapat mematikanku?

Aku tengah memperhatikanmu..
Mampukah engkau lebih “peduli” terhadap dokumen-dokumen pentingmu
Aku sedang mentertawai mu
Sediakah kau menjadi lebih berhati-hati terhadap keamanan file-file mu

Aku kini menantangmu..
Lahirkan satu inovasi tentang ku

Aku hanyalah VIRUS, aku yang memberi pengantar untukmu..
Sementara kau adalah MANUSIA, yang tidak hanya mampu memprogram, tapi juga memusnahkanku..
Aku hanyalah VIRUS, aku yang memberi pengantar untukmu..
........ dalam karya tentang ku ini.

Aku kini menantangmu..
Lahirkan satu inovasi tentang ku



Tentang Virus dan Kekuatan Puisi

Sebagai kalimat yang akan menutup pengantar ini, saya ingin menyampaikan sebuah apresiasi luarbiasa kepada para penulis Puisi tentang virus yang merefleksikan gerah dan gelisahnya, sebuah gejolak rasa melalui bait-bait puisi. Kemampuan mereka dalam mengeksplorasi luasnya ilmu dan sebuah kekuatan sastra adalah suatu dimensi hidup yang menunjukkan kemapanan ilmu tidak mampu terbantahkan, setiap realitas yang terjadi dapat mencari korelasi keilmuannya sendiri. Itulah yang terjadi ketika para pengguna teknologi komputer/user bercerita tentang pengalamannya dengan kekuatan puisi.

Puisi tidak hanya menjadi limpahan “rasa” para penciptanya, mentransformasikan suatu dimensi keilmuan yang luas dalam karya-karya sastra. Menjadi titik korelasi bertemunya ilmu dalam bait-bait tersusun yang dikemas dengan bahasa-bahasa dan syair-syair yang indah. Ada rasa bosan, benci, sedih, kapok, dan penyesalan yang termanifestasi indah dalam tiap bait tertulis. Kekuatan rasa dalam sebuah imajinasi para penggiat dunia maya tidak terbantahkan dapat menciptakan suatu “karya” yang menambah varian bacaan yang bisa dinikmati banyak orang dari berbagai macam latarbelakang profesi dan pendidikan.

Sebuah karya tidak akan menjadi indah, kalau tidak diciptakan dengan kekuatan rasa yang dalam. Apapun rasamu, keluarkanlah, tiupkan ruh kepadanya dan jadikan ia hidup dari kepiawaianmu merangkai kata demi kata menjadi lebih bermakna. Mengerti atau tidak mengerti kata, sebuah puisi akan selalu indah untuk dinikmati jika kau menggunakan rasamu untuk ikut hanyut didalamnya. 


*Karya ini didedikasikan Bunga_Mataharry untuk para korban virus yang pasti mampu menjadi lebih cerdas dalam bersikap karena pengalamannya dan untuk para pembuat virus yang mampu menstimulus user untuk menjadi lebih hati-hati dan peduli terhadap keamanannya. 

Tulisan ini adalah Kata Pengantar ku untuk e-book Antologi Puisi "Virus Wars: Balas dengan Karya" publikasi Tamasya Digital Publishing 2012.


No comments: