Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Jan 9, 2012

E-Government Indonesia untuk Demokrasi Bangsa

Oleh: Nofia FITRI


Kemajuan teknologi internet hari ini sesungguhnya bermanfaat untuk menghasilkan suatu konsensus sosial-politik yang didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan online dengan melibatkan rakyat dan pemerintah melalui diskusi ruang publik. Setidaknya hal tersebutlah yang mulai terjadi di negara-negara maju dan berkembang yang mendukung prinsip-prinsip demokrasi dan eksistensi ruang maya. Konsensus kedua belahpihak tersebut nantinya akan menghasilkan satu kebijakan bersama ‘common decision’ yang berfungsi sebagai input dalam pembuatan kebijakan ‘making policy process’ oleh para decision makers dan stakeholders. Disinilah prinsip-prinsip demokrasi dan internet atau yang istilahnya dikenal sebagai ‘E-Democracy’ bertemu dalam konteks politik dan teknologi modern yang kemudian berujung kepada sebuah cita-cita ‘E-Government’ untuk masa depan bangsa.

Sistem E-Government hari ini kerap menjadi acuan dan jalan bagi negara-negara di dunia pendukung demokrasi untuk mewujudkan satu pemerintahan yang terbuka, efektif dan efisien. Namun sebelum penerapan E-Government, konsep E-Democracy atau yang juga dikenal sebagai Demokrasi Digital tersebut terlebih dahulu menjadi bahan olahan penting para akademisi, technocrats maupun pemerintah-pemerintah di dunia dalam membentuk masyarakat sejahtera yang melibatkan teknologi internet di dunia modern.


Pemerintah dan E-Democracy: Sebuah Kebutuhan Indonesia