Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Dec 28, 2011

Dunia Setelah WIKILEAKS


Oleh: Nofia FITRI

Ketika memperdebatkan demokrasi modern, sungguh aku mencium aura kebebasan di udara. Apakah hacktivist,  jurnalis atau filsuf yang mencita-citakan sebuah dunia masa depan yang damai dapat menggunakan hak-hak mereka untuk berekspresi, berpartisipasi secara bebas melalui ruang-ruang publik yang mereka yakini. Publiknya lah yang layak menilai apakah cara-cara mereka memenuhi etika, karena dalam ruang demokrasi otoritas sesungguhnya adalah ‘opini publik.

Sementara Rick Cook sang hacker-jurnalis dalam novel populernya Wizardry Compiled menekankan “it is never the technical stuff that gets you in trouble. It is the personalities and the politics” Jean-Jacques Rousseau sudah terlebih dahulu menegaskan “politics is neither religion nor morality.” Dari dua kutipan tersebut kita dapat mengambil sekilas ‘pesan’ terkait kasus the whistleblower wikileaks yang menghebohkan dunia baru-baru ini setelah diterbitkannya kabel diplomasi AS serta kasus penyelewengen seksual Julian Assange sang pendiri organisasi pembocor dokumen rahasia-rahasia negara tersebut. 


Kontroversi Wikileaks


From Hacker to Hacktivists

By, Nofia FITRI


“It is never the technical stuff that gets you in trouble. It is the personalities and the politics.” (Rick Cook, Wizardry Compiled)


Considering the media’s publications of the hacker’s conceptions, firstly I do need to quote a short clear statement “a hack is a net programming trick and a hacker is a computer virtuoso, and it was a hacker that created the technology and computer programs that make up the internet we all take for granted today.” (Paul Miller, 2001:4). We might have been found how did the media defined a hacker with a wrong perception, while there are many articles still ongoing published to make a clarification for it. For instance, some scholars even indentified hacker as a semi-criminal individual while on the contrary there was no computer innovations either internet revolution without the roles of hacker.

Hacker defines as “someone who enjoys tinkering with computers to find concrete solutions to technical problems” (Taylor, 1999). Hackers believe that they should promote the free flow of information, and causing anything to disrupt, prevent, or retard that flow is improper. Steven Levy (1984) through his famous book “Hackers: Heroes of the Computer Revolution” articulated the hacker tenets:

1.    Access to computers should be unlimited and total.
2.    All information should be free.
3.    Mistrust authority - promote decentralization.
4.    Hackers should be judged by their hacking not bogus criteria such as degrees,   age, race, or position.
5.    You create art and beauty on a computer.
6.    Computers can change your life for the better


Dec 10, 2011

Cyber Politics: Perang Dunia Maya dan Tantangan Dunia Masa Depan


Oleh: Nofia Fitri

Aksi-aksi Perang Dunia Maya/Perang Cyber (Cyber Warfare) yang melibatkan negara-negara berkekuatan raksasa dunia disinyalir sebagai Perang Modern di masa yang akan datang. Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan Israel adalah negara-negara yang melirik kekuatan cyber sebagai salah satu faktor penting ketahanan nasional dalam konteks politik dan kekuasaan global.

Bagaimanakah para pemerhati politik dunia melihat tendensi ini sebagai kajian yang menarik dalam hal keterlibatan teknologi hacking computer dan konstalasi politik global.

Cyber Politics

Setelah dikejutkan dengan aksi Stuxnet diawal 2010, tahun yang menandai awal baru Perang Dunia Maya itu dilengkapi oleh satu fenomena luar biasa yang menarik perhatian masyarakat global, yaitu mencuatnya kontroversi organisasi whistleblower Wikileaks yang kembali memanfaakan teknologi hacking computer untuk tujuan-tujuan politik.