Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Aug 13, 2011

Hacking Pencerahan: İdealisme dan Semangat Opensource


“Kalau dalam kajian ekonomi-politik ada yang namanya ‘intangible assets’ (hal-hal berharga yang tidak dapat diraba) yang bikin software jadi mahal. Bahwa sesuatu yang lahir dari knowledge or skills sangat bernilai atau apa yang disebut dengan ‘the value of information.’ Karena begitu berharganya ‘karya cipta’ tersebut si programmer yang kekeh sama prinsip ‘fundamental paradox of information’ gak akan secara gampang ngejual karya ciptanya ke perusahaan, simple karena dia gak mau softwarenya dimonopoli sama satu korporasi tertentu. Tapi ada juga programmer yang otaknya ‘uang’ aja, berstrategi supaya karya ciptanya bisa menghasilkan profit, karenanya informasi sangat mahal dan berfikir dua kali untuk menyerahkannya ke korporat. Kalau programmer kasih software tapi gk kasih informasi gimana cara buat softwarenya, gimana perusahaan mau deal? Nah untuk mengakomodasi hal tersebut alhasil terbentuklah apa yang namanya ‘Firms’ horizontal integration’ dimana satu software dihandle (diproduksi dan didistribusi) sama lebih dari satu perusahaan untuk menjamin tidak adanya monopoli. Tapi gimanapun juga karena perusahaan pastinya berorientasi profit, jadilah software-software tersebut terjual mahal karena mempertimbangkan profit untuk lebih dari satu perusahaan. Jadi kalau RMS sejak lama berteriak soal open source dan kemerdekaan software, ini persoalannya. Untuk menjawab ‘luka batin’ para programmer kalau perusahaan-perusahaan berorientasi profit tersebut bakal memonopoli produk. Kenyataannya sama juga kan, tidak dimonopoli pun melibatkan banyak perusahaan, jatuhnya mahal-mahal juga. Ya itulah ekonomi-politik, makanya lumrah kalau aksi-aksi hacking or cracking berangkat dari mereka yang menentang monopoli korporat atas satu karya cipta, itulah politik."

Silahkan dimengerti kutipan diatas, mudah2an ktmu talinya antara programmer materialistis sama yang idealist..

Ane mo sedikit ngejawab kenapa banyak dari kita yang gak bisa survive dan tergilas arus, alias gak sukses. Gak Cuma di Indonesia, di luar negeri sana juga banyak orang2 kayak yg gagal. Nih beberapa comment dari programmer2 muda yang dropout demi bisa buat software, tapi akhirnya pudar juga sama kompetisi:

- “No one wants to know you anymore,”
- “They’ve heard too many bright ideas before”
- “The ‘scene’ has moved to Boston, to biotech-land, and I don’t belong there.”



Nah setelah diteliti ternyata masalah programmer2 tersebut ya tergilas arus kompetisi bebas karena kita hidup dijaman modern yang masyarakatnya kapitalistik, itu kata programmer Silicon Valley. Nah berhubung ane dapetnya dari referensi ekonomi roommate ane, The Culture of New-Capitalism nya Richard Sennett, jadi cara pandang buku tersebut beda sama cara pandang kita yang mikir nya gak jauh, kalo aktivis-idealis gak kaya ketimbang mereka yang jual isi kepalanya ke corporat.

Makanya kalo kata kawan ane juga, kita hidup diera capitalism dan globalisasi yang nuntut untuk kerja keras, tapi seorang idealist bukan berarti harus ngelacurin hidupnya cuma buat materi. Kaya di Indonesia misalnya pak Onno idola ane, hidupnya senang kok walaupun aktivist, karena diabdiin buat edukasi demi mencerdaskan anak2 bangsa.

Survive berarti memiliki power untuk nakhlukin kompetisi. Sebagai contoh, om punya usaha warnet, nah kan jaman begini, banyak bgt warnet bertebaran udah kaya bakteri, eh ada satu prinsip tukang warnet yang ane kenal, buat dia semakin murah billingnya semakin banyak untungnya. Aneh ya!! Jadi target awal nya ya cari consumer setia, klo udah punya consumer setia tingkat pendapatan sudah bisa keukur begitu buat rekapitulasi bulanan. Dari situ perencanaan bisa lebih mantap om, maksimalin juga paket2 promosi, tapi jangan2 mentang2 hacker trus nyolong koneksi ya om.. hehe banyak nih yg kaya gini (hehehe tapi ane kagak pengalaman juga soal bisnis, Cuma tanya2 tukang warnet langganan ane di Sydney, maap ya klo sotoy).

Nah klo kawan ane yg anak ekonomi jauh lebih berkelas isi kepalanya, (tapi isi kepala ane udah kelas langit ketujuh :D) dia bilang era capitalism yang menuntut kita untuk survive dalam berkompetisi butuh orang2 pekerja keras yang gak pantang menyerah. Ane juga tidur dari jam 3-6 am, Cuma biar bisa nge-revolusi Linux favorit ane, kadang ane gak tidur 2-3 hari. Yang bisa bikin ane puas ya kecintaan ane sama ilmu biarpun kurang tidur. Nih ane juga dapet dari kawan ane, katanya salahsatu etos-capitalisme bersumber dari etika Protestan, ‘bekerjakeras wajib hukumnya, or DOSA’ klo kata Qur’an, ‘Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kalau bukan karena kaum itu sndiri.’

Jadi kuncinya ya bekerja keras om, supaya gak tergilas arus. Tapi banyak yang lupa om satu hal penting, mengusai bahasa, jadi klo om berketerampilan tapi bahasa inggrisnya dodol misalnya, ya ke laut aja om, berlayar hehehe...

Nah buat om2 idealist yang udah super bekerjakeras tapi masih belum mapan, coba evaluasi diri om kali aja ada yg kurang, misalnya kurang beramal, kurang niat mulia alias niatnya cuma buat uang mesti ada niat ikhlas om, or kurang paham strategi pasar, belajar sama yg pengalaman om, or kurang pasangan hidup.

Nah buat aktivist2 idealis, pendukung open source misalnya, menurut ane jangan Cuma ngandelin satu kerjaan aja, mesti kreatif dan banyak2kin link supaya bisa dapet banyak projek yang keuntungannya ngalir.


Yang ini ane masukin quotation dari om cyberheb:

İndustri sekarang menyadari manfaat dari opensource sbg tenaga 'gratisan'. Anggaplah rapid7 sebuah perusahaan yang memiliki tenaga kerja untuk riset sebanyak 100 orang, tentu akan kalah jauh hasilnya dibandingkan (misal) 100.000 individu yang menggunakan metasploit di seluruh dunia, test klo ada rilis baru, melaporkan bug, menambahkan feature baru dsb. ini dimanfaatkan dengan sangat baik jadi seakan-akan mereka punya 100.000 tambahan resource yang bekerja untuk produk mereka secara GRATIS. tenaga2 opensource akan menyumbangkan banyak ide2 segar baru, melakukan QOS untuk software, dsb secara cuma2. dan model bisnis yang melibatkan komunitas ini sudah banyak dilakukan, termasuk google, atau apple dengan iphone nya (jangan salah, bandingkan iphone pertama dengan iphone4 skrng, berkat jailbreak apple berhasil develop product yg jauh lebih secure dari rilis pertamanya).

Merugikan komunitas opensource donk dengan bekerja gratisan untuk industri?nahh, balik lagi nih ke individu. klo ditilik lagi sbtl nya gak rugi2 amat yang aktif di opensource. metasploit yg free itu ibarat sebuah buku eksploitasi, syaratnya satu: bisa baca code ruby. dengan opensource, kita bisa belajar eksploitasi software, yang nantinya dengan pengembangan lbh lanjut bisa di implementasikan utk analisis software laen yg hasil nya bisa di jual (baca: vuln researcher, exploit developer).

contoh lain: yang aktif di komunitas opensource itu gak semuanya disebut 'programmer gagal', banyak diantara mereka kerja untuk perusahaan2 besar. contoh: mereka kerja utk perusahaan yg buat driver suatu video card utk windows, nah, sebagai kontribusi utk dunia opensource mrk buat driver nya untuk linux. dengan aktif di komunitas opensource, seorang programmer akan dilatih untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, karena bnyk mslh yg harus dipecahkan, membaca lebih banyak code2 setiap hari nya sebagai tambahan sehingga ilmu nya juga semakin bertambah, alhasil...pengalaman di dunia opensource nya itu di pake lah dalam perusahaan tempat dia bekerja untuk buat software yang lebih baik dibandingkan rekan2 lain. dpt lah dia project2 yg menghasilkan duit buat dia lebih banyak daripada programmer lain yang mungkin hanya bekerja dengan datang kantor tiap hari trus bikin code-code sesuai permintaan dan setelah selesai pulang gak ngapa2 in lagi.

Seorang programmer ataupun mereka2 yang terlibat dengan dunia IT (termasuk hacking) harus pandai2 juga 'memanfaatkan' setiap kesempatan dengan baik dan juga bisa 'menjual' hasil karyanya / potensi dirinya. jadi gak harus melulu yang dilihat itu code2 teknikal, bikin program gretongan, tp baca2 juga tuh ilmu2 spt informasi lowongan pekerjaan utk tau jaman sekarang kira-kira ilmu yang dimiliki akan dapat disalurkan kemana suatu saat nanti, atau membaca trend teknologi saat ini, peluang2 bisnis, informasi2 yg buntutnya dapat menjadi modal awal kita untuk bisa mendapatkan keuntungan dari sisi materi dari apa yang kita pelajari saat ini. yah, contoh sederhana, klo pun kerjaan keluar masuk forum IT, setidak nya dpt pelajaran yang bisa dipake utk menjadi guru / les private komputer.

Selamat menjadi idealist dengan opensource…

Source: whitecoin in the SKY

1 comment:

Ketut said...

Super sekali, i love you pol