Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Jan 27, 2011

PINGUIN MODERN ANTI HEGEMONI

Oleh: Nofia Fitri


Kalau dengar atau lihat kata ‘pinguin’ apa sih yang pertama kali terbesit dikepala kalian? Pertama Antartica sinergi dengan dingin dan salju. Sayang di Indonesia gk ada salju, ke Turki deh, di Istanbul dan Ankara saljunya bisa diajak kompromi sama suhu tubuh orang Asia. Jadi jangan takut sakit kaya cerita kawannya Andrea Hirata di Edensor yang dipulangin dari studi masternya di Sorbone Paris karena gak sanggup kena cuaca dingin Eropa, kalian pasti bisa menyesuaikan diri. (Attention: jangan respon dengan ungkapan ‘gimana caranya ke Turki?’ –or ke negara lain yang ada dalam mimpi kalian- ada banyak jalan menuju Roma kawan, dan inget pesan Nabi ‘tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.’ Jangan bilang sudah berjiwa ‘hacker sejati’ kalau belum nginjekin lab artifisial MIT yang pertama kali munculin istilah ‘hacker’).
Kedua, udah keraba pasti ‘stuck’ diotak kalian yang setiap harinya berurusan sama komputer dan berjibaku dengan ratusan kode bahasa pemrogaman, LİNUX. Adalah Linus Torvalds, se-geek-geek nya manusia, si pecinta games ‘Prince of Persia’ ini dianggap sebagai yang paling ‘geek’ alias uber-geek or biangnya geek diantara hackers jaman komputer masih didominasi IBM dan belum ada istilah Pentium 1-4, etc. Intelnya Linus waktu itu 80386 yang dioprek-oprek buat nyiptain UNIX. Finally sampailah LINUX sebagai sahabat setia para pecinta open-source. Cerita dari UNİX ke LİNUX pasti udah mateng dikepala semenjak dipaksa sama dosen untuk ceritain sejarah komputer di final paper kalian.

Sekarang saatnya nyari tahu maksud judul “Pinguin Modern Anti-Hegemoni.”
Kalau memang suka petualangan pasti gk sekedar asik sama FB, twitter, IRC-YM kan? Sekali dua kali pasti penasaran pengen tahu apa sih yang terjadi dibelahan dunia sana, dari ngupdate berita terbaru Lady Gaga, sepakbola dunia, nyaksiin revolusi Jasmine di Tunisia, sampai nonton pidato Obama waktu nerima Hu Jintao di White House. Saya gak tahu pasti situs berita favorit kalian, tapi ada banyak alternatif untuk ngupdate dunia, mulai dari BBC, Guardian, Reuters, Al-Jazeerah, Der-Spiegel or else. Kalau yang gak akrab sama bahasanya ‘bule’ bisa ngakses BBC-Indonesia, VOA-Indonesia or Kompas INTL, gampang kok. Tapi yang paling seru buat kalian mungkin waktu ngupdate hackers Anonymous-Anonops dengan serangan balasan ‘Payback’ DDoS ke Paypal, Visa, etc. Dari ngakses berita, blog komunitas, you-tube sampai twitter. Pertanyaannya, waktu dunia lagi dihebohin sama Payback atas isu wikileaks dan kasus penyimpangan sexual Julian Assange sang hacker-jurnalis pendiri wikileaks yang pernah dipenjara karena ngakses internet gratisan di Australia, ketemu gak satu berita seru terkait LINUX?


Pinguin Keliling Dunia


Yup, presiden Rusia Vladimir Putin ngumumin ke pelosok jagad-raya kalau Rusia ‘bakal jauh lebih dingin dari suhu biasa saat winter’ dengan munculnya pinguin-pinguin dunia maya, alias Rusia bakal di LİNUX-kan di 2015. Maksud presiden yang negaranya terkenal sama hacker-hacker tukang bobol bank-bank multinasional macem CityBank ini, target 2015 sistem komputer institusi-istitusi Pemerintahan Rusia sudah menggunakan LINUX sebagai produk open-source sementara langkah mengeliminir produk Microsof dimulai tahun 2011 ini.

Kalau kalian gak tahu berita ini, saya sanksi akses internet kalian bisa nembus komunitas hackers British the Electrohippies or komunitas hackers berbasis di Texas the Cult of the Died Cow (cDc) si pencipta Goolag itu, untuk sekedar komunikasi maya lintas negara sampai ngupdate seputar kegiatan hackers global.

Balik lagi ke isu pinguin di Rusia, pasti seru ngebayangin pinguin merajalela di negara beruang yang bahasanya jadi bahasa tersulit No. 3 di dunia ini (anyway kalau mau belajar bahasa Rusia, huruf Cyrillic, hubungin penulis, kita belajar sama-sama. Sebagai kalimat perkenalan “Учим русский язык” artinya ‘mari belajar bahasa Rusia’). Tapi keseruan ini bukan yang pertama kali, pasti tahu kan kalau pemerintah India sudah sejak bertahun-tahun yang lalu menglinux-an sistem komputer institusi-institusi negaranya, yang artinya para pinguin sudah bersahabat sejak lama dengan para gajah dan mungkin udah ngerasain ‘sakral’ nya sungai Gangga. Sementara benuanya bang ‘Che Guavara’ juga lagi dingin-dinginnya karena kunjungan pasukan pinguin nyaris ngambil-hati pemerintah-pemerintah negara-negara Amerika Latin yang punya sejarah kuat sama sosialis-komunis itu. Jangan-jangan pinguin-pinguin itu juga udah ngerasain gimana derasnya arus sungai terpanjang kedua dunia, Amazon yang hutan tropisnya terbesar sejagat raya. Urusan pinguin di Asia, kalian pasti udah jago maparinnya, termasuk perkembangan open source di Indonesia yang terus meningkat tiap tahun, dan program-program perkenalan LİNUX di benua super panas Afrika justru dimulai dari aktivis-aktivis cyber asal Amerika dan Eropa.

Enough, alias cukup cerita ‘serbuan pinguin keliling dunia’ nya, kalau kata orang Turki ‘artık yeter.’ Sekarang saatnya mengdissassembler kalimat ‘Pinguin Modern Anti Hegemoni.’ Kalau suka pelajaran sejarah, urusan kenapa negara-negara yang diserbu pinguin-pinguin itu rata-rata negara yang punya ‘feeling’ kuat sama prinsip sosialis pasti udah kejawab dikepala kalian.

Gerakan Open Source

Kenapa Linus nyiptain UNIX dan om RMS dengan gerakan GNU (General Public Lisence) nya teriak-teriak soal piranti lunak merdeka? Apa karena produk2 microsof mahal? Buang isi kepala kalian kalau masih didominasi fikiran-fikiran ‘LINUX adalah produk kelas menegah kebawah’ hari ini. Sekedar share pengalaman pribadi, kawan kuliah saya, sebut saja ‘si A’ adalah orang pertama yang motorin LINUX dikalangan mahasiwa UNAS, khususnya kawan2 kelompok studi. Doi punya bokap yang gk lain adalah salahsatu pemilik rumah termewah dikawasan Pondok Gede yang toko-toko kelontongnya menjelajahi kawasan Jakarta Timur. Setiap minggu biasanya kawan-kawan mahasiswa numpang berenang dirumahnya karena ‘swimming-pool’ gratisan dan tiap bulan kawan-kawan ngedit buletin mahasiwa dikamar dia yang superlengkap karena difasilitasin tiga komputer PC (satu untuk design, satu untuk typing dan sisanya special pemprogaman buat yang mau belajar). Ada lagi satu yang super-hebat, laptop super keren mirip kepunyaan James Bond yg harganya ditaksir sekitar 20jt (gk perlu nyebut merk, tebak aja sendiri). So, gak ada kisah kalau dia gk bisa beli software microsoft!!! Alasan kenapa doi pakai Linux simple, ‘STOP HEGEMONİ MICROSOFT!!!’

Ada alasan yang super-relijius saya baca dari situs tetangga ‘Ilmu pengetahuan dan produk-produknya adalah milik Allah karenanya dapat diperoleh secara mudah dan dimanfaatkan secara bebas oleh segenap umat manusia” satu jawaban yang sama kalau nanya pakar-pakar yang relijius oriented ditanah air. Nah kalau yang ‘atheis’? Gak jauh kok, buat RMS yang otaknya super-anarki, mendukung gay dan kalau main ke situs pribadinya bakal nemu ban anti-FB -jiwa sang pemberontak yang menolak hegemoni produk yang dihakciptakan kendaraan-kendaraan kapitalis ini- “ketika suatu karya ketika dihakciptakan companies maka nilainya termanipulasi dan menjadi tidak bebas.” Dengan alih berdiri diantara kaum ‘tertindas’ RMS lewat GNU nya aktif dengan gerakan memerdekakan piranti lunak yang artinya bebas dimodifikasi publik setelah si penciptanya melisensikan GNU untuk karyanya.

Balik lagi bahwa cerita open source buat kalangan tertindas itu cerita jaman dulu. kalau hari ini LİNUX dipakai di Brazil, China, India, sampai Rusia, negara-negara kaya yang pertumbuhan ekonominya melesat dan menyaingi AS udah gak ada cerita LINUX dicintai karena ‘gratisan.’

OK, saya harap kita masuk paragraf terakhir, supaya kalian gak bosan sama artikel penulis yang katanya ‘panjang banget.’

Tool Anti Hegemony dan Politik Modern

Dalam disiplin ilmu politik ada istilah ‘a politics of technology development’ or ‘a technology development and political matter.’ Siapa yang gk tahu kalau microsof nya Bill Gates adalah produk AS pasti gak punya komputer dan TV dirumahnya. Gimana produk-produk AS mendominasi pasar-pasar global dan politik luar negeri AS gak jauh-jauh dari politik hegemoni bukan lagi statement ‘underground’ kalau kata ‘adik gue’: “anak SD juga tahu.” Nah kalau negara-negara yang basicnya musuh-musuh AS jaman dulu (musuh sekarang dalam arti pembangunan ekonomi-politik ya, karena era perang udah beres waktu tembok Berlin Jerman roboh dan pecahnya revolusi Islam di Iran, alias berakhirnya Cold War 1979) tetep setia dengan ideologi kemasyaratan (Socialism oriented), melihat kalau teknologi adalah salat satu ‘tool’ merefleksikan identitas mereka yang anti-hegemoni (baca: AS) di era modern ini. Sesungguhnya mereka melihat bahwa produk-produk opensource dibangun dengan nafas anti penguasaan total, anti dominasi dan semangat pembebasan. Nah dari paparan ini kalian pasti bisa ngambil kesimpulan kenapa kemudian negara-negara di dunia bergerak menuju open-source.

Simple, cita-cita membangun dunia masa depan dengan sistem multilateral adalah cita-cita menghancurkan kekuasaan hegemoni negara adidaya (AS) dengan mengeliminir produk-produk semacam Microsoft, sama dengan melawan hegemoni capital itu sendiri.
So berhasil sudah kita mengdissassembler kalimat ‘Pinguin Modern Anti Hegemoni.’ Lompat-lompat kajiannya dari teknologi, politik sampai ekonomi. Sekarang tinggal pinter-pinternya kalian make hex editor!!

Oh ya kalau bosen karena artikelnya kepanjangan, silahkan di MOV dihati ya.. tapi sekedar ngingetin kalau penciptanya memprogram artikel dengan taktik dan strategi, bahwa tidak akan ada yang bisa dirubah atau dipotongsekalipun NOP=90…

Selamat membaca….
Saatnya HACKERS INDONESIA BERWAWASAN GLOBAL!!!!!!







Nofia Fitri adalah lulusan mahasiswa Ilmu Politik Universitas Nasional (Jakarta), saat ini studi master Ilmu Hubungan International Eastern Mediterranean University (TRNC/TURKEY). Email di nofia.fitri (at) yahoo (dot) com