Kau mungkin bisa menutup mulutku, menghentikan aksiku, bahkan memenjarakan aku, tapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan kekuatan IDE, karena 'FIKIRAN' ku dapat merubah DUNIA meski dibawah ancaman mu! (Bunga Mataharry)

Jun 30, 2014

Kenapa Perempuan Harus "Melek" Teknologi


Inikah hal-hal yang biasa kamu lakukan: menelfon pacar ketika ada masalah dengan laptopmu, mengirim sms kepada kawan ketika ada masalah kehilangan koneksi internet pada gadget mu? Mengantar komputer mu ke Tukang Servis padahal hanya untuk menginstall satu software yang sebetulnya sangat mudah..

     Yaa, hal-hal tersebut pun masih dilakukan banyak perempuan di dunia yang super modern ini, bahkan pada mereka yang pengguna setia teknologi gadget sekalipun. Mungkin kita masih bisa memaklumkan ketika perempuan yang menyetir mobilnya sendiri harus panik menelfon bengkel ketika tiba-tiba mogok di jalan, tapi untuk sebuah komputer? Apakah komputer jauh lebih complicated dari pada mobil. Melek teknologi tidak selamanya, karena user adalah master IT, melainkan karena keinginan untuk bisa menyelesaikan segala sesuatunya tanpa perlu bergantung kepada orang lain, khususnya untuk hal-hal kecil.



Dec 23, 2013

ISTANBUL adalah Jakarta, JAKARTA adalah Istanbul!!!

Holla Diary Ku.... Suasananya sumpah seru banget Big City, lokasi yang kalau diliat dari fisik bangunan ini termasuk kota yang tua, masyarakatnya ramah dan crowded. Pagi-pagi aktivitas kehidupan dah keliatan. Duduk dari Halte Taksim berlawanan sama Bambi Hotel, Square Hotel seru ngeliat orang lalu lalang, tapi yang paling keren udaranya cocok buat puasa, dingin angin sepoy-sepoy gak ngerasa summer. Seru ngeliat turis-turis baca peta, mulai dari yang bahasanya Inggris, Rusia, Jerman sampai bahasa Jepang. Mereka sibuk dengan komunikasi tubuh sama supir-supir taksi dan kalaupun banyak supir taksi tahu bahasa Inggris mereka tetap menuntut calon penumpangnya untuk berbahasa Turki J.


Bagiku, Istanbul adalah Jakarta, Jakarta adalah Istanbul. Crowdidnya kota Jakarta adalah crowdidnya Istanbul, amburadulnya tata kota Jakarta adalah amburadulnya tata kota Istanbul. Luxurynya Jakarta adalah luxurynya Istanbul.
            2010, tepat tiga bulan sebelum percobaan bom bunuh diri yang diklaim sebagai ulah PKK melukai sekitar 50 orang pengunjung Taksim -sebuah daerah yang menjadi salahsatu pusat kesibukan kota Istanbul-  aku duduk dihalte terminal Taksim Square yang bersampingan dengan pos polisi dimana bom 2010 tersebut diledakan. Suatu pagi yang cerah sepanjang keberadaanku di Turki. Sambil memandang sibuknya pagi di Taksim, padahal hari itu adalah hari minggu, tidak pernah jauh dariku kamera dan laptop yang kugunakan untuk mendokumentasikan setiap gerakanku mengeksplorasi Istanbul pagi itu.

Dec 19, 2013

Batal S2 di UI, Alhamdulillah Master ke Turki

Aku sangat yakin Allah sedang menyiapkan masa depan ku, namun bukan untuk kuraih, melainkan untuk kubentuk dengan usaha ku, dan aku percaya apapun yang Allah inginkan untuk terjadi, maka terjadilah. Karenanya aku berimajinasi dengan bahasa tentang cerita hidupku, bahwa Allah memberi pilihan dalam fantasi, dan aku diizinkan untuk menciptakan masa depan dengan usahaku. Sampai akhirnya kutemukan fantasiku nyata, lahir dari sebuah imajinasi dan kekuatan bahasa. Dan inilah lintas kisahku.... dari Jakarta menuju Famagusta.

Hidup Adalah Seni Memilih

Utara atau selatan, kiri atau kanan, depan atau belakang, maju atau mundur. Terserah, Pilih!!!! kata Belati dalam puisinya.

Kutandai tiga maskot penting dalam hidupku –paling tidak sampai dengan saat ini- kusimpan dan kukenang sebagai tanda dalam perjalanan pencarian ilmu seorang anak bangsa: kaos Mapaba Universitas Nasional, Kartu Ujian S2 Universitas Indonesia, dan Kunci Kantor Riset Asisten Eastern Mediterranean University/EMU, Turki. Mungkin kelak ijazah studi PhD yang distempel Universitas Glasgow sebagai maskot keempat diteruskan gelar Professor dari MIT sebagai yang kelima, dan akan ada yang keenam, ketujuh dan seterusnya. Lintasannya mungkin akan menjadi begitu panjang namun ujungnya adalah sebuah susunan kata dalam bahasa  “surat perintah legal” untuk melayani rakyat yang dikeluarkan oleh negara, Amiin.

Sejak usia lima tahun, pertama kali aku mengenal bahwa belajar itu menyenangkan, aku selalu memimpikan untuk sekolah keluar negeri sekalipun aku tahu keluargaku tidak cukup kaya untuk mendanainya, bahkan orangtuaku memaksakan menempuh satu tahun Sekolah Taman Kanak-Kanak demi menekan biaya, padahal saat aku tidak diizinkan untuk lulus mengingat umurku baru 4 tahun ketika memasuki Sekolah Dasar. Namun dalam perjalanan hidupku aku selalu percaya “banyak jalan menuju Roma” dan filsafat menuntut ilmuku “sampai ke negeri Cina.” Karenanya dalam pengajian Iqro di Madrasah ku dulu, aku selalu menunggu saat-saat dimana pak Ustad  mengingatkan kami tentang pentingnya menuntut Imu dengan mengutip sang Nabi tersebut.


Beberapa Metode Penyadapan: Apakah ini yang diterapkan Intelijen Australia terhadap Pemerintah Indonesia


Isu penyadapan akhir-akhir ini semakin marak dijadikan perbincangan di Indonesia, antara Australia sebagai Negara (pihak) penyadap, dan Indonesia sendiri sebagai Negara (pihak) yang disadap. Hal ini tentunya semakin menjadi topik yang hangat dan merebak, karena selain terkait dengan aspek perang hacker antara komunitas-komunitas hacker dari kedua negara bersangkutan yang dilatarbelakangi aksi penyadapan, hal tersebut juga karena isu penyadapan dianggap tersangkut dengan dinamika yang terjadi di kancah politik Indonesia sendiri, terutama masalah Korupsi dan kaitannya dengan rezim yang berkuasa saat ini.

Bagi sebagian mereka yang tak hanya ikut dalam arus pemberitaan media perihal dinamika politik yang terjadi dan semakin memblunder terkait dengan kasus penyadapan ini, setidak nya pasti pernah bertanya mengenai bagaimana cara yang dilakukan para penyadap tersebut untuk melakukan berbagai usaha pengumpulan data, baik data telepon ataupun koneksitas email dan cyberspace lainnya (di dunia maya).

Maka, untuk memberikan sedikit gambaran mengenai kemungkinan-kemungkinan dari metode penyadapan ini, kami Tim Exploiticha telah melakukan beberapa riset kecil yang menghasilkan analisa-analisa dari aspek IT sebagai berikut :



Nov 22, 2012

“Spirit of Hacktivism” adalah Kemanusiaan: Tentang DDoS Indonesia?



Seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya, mencoba memberi pemahaman, bahwa kawan-kawan perlu melihat “Tulisan” ini. Tulisan yang menjadi “Akar” dari status-status facebook ku yang ternyata diterima kawan-kawan tidak sesuai dengan ekspektasiku. Padahal ‘status’ --- > (DDoS adalah kerjaan lamer, dan truly "Unethic" ??? Hmmm wait... I am doing my analysis... :D) ini bertujuan untuk mendengar isi-isi kepala kalian (lihat 3 buah tanda tanya disana dan ungkapan “aku sedang menganalisa” dalam bahasa inggris), tapi karena kawan-kawan sudah terlalu emosi, jadilah dianggap “sensasi lagi sensasi lagi.” :D..

ini tulisannya...


Nov 10, 2012

HACKING COMPUTER DAN PERANG GLOBAL


Oleh: Nofia Fitri


Setelah aksi spionase ‘spy’ dunia maya yang dilakukan militer Cina dalam rangkaian serangan Byzantine Candor, serangan Stuxnet di Iran, Ghosnet di India, Aurora di Cina dan berbagai macam malwares, botnet, trojan atau jenis virus lainnya yang dapat mengancam sistem keamanan komputer manapun di seluruh jagad cyber, maka tidak ada kata ‘aman’ lagi di dunia maya. 

Ketika komputer terhubung dengan internet, itulah saat dimana setiap sistem dapat sewaktu-waktu menjadi target dari tangan-tangan berkepentingan, salahsatunya untuk tujuan politik. 


Teknologi Komputer dan Perang Modern

Organisasi whistleblower Wikileaks dan kegiatan leaking politiknya yang cukup menjadi fenomena mengguncang diakhir tahun 2010 menjadi babak baru dalam konstalasi global, menjadikan teknologi komputer sebagai satu bentuk investasi mahal dalam menciptakan kekuatan-kekuatan baru di dunia modern.


Oct 31, 2012

Internet INDONESIA dan Deliberative Democracy


Indonesia adalah bangsa besar dengan semangat paling menyala dalam menegakkan prinsip-prinsip berdemokrasi. Alat-alat demokrasi beragam dimulai dari pemilihan umum dengan sistem multipartai, pers bebas sampai menjamurnya organisasi-organisasi sosial-politik, kelompok-kelompok penekan dan kepentingan, tidak terlepas dari semakin meningkatnya peran ruang-ruang publik. Ruang publik hari ini sejatinya menjadi perdebatan dalam diskursus demokrasi ketika meniti hubungan antara rakyat dengan pemerintah. Diantara ruang-ruang publik yang efektif dalam penegakan demokrasi di kebanyakan negara adalah media internet.

Internet dan Partisipasi Politik Masyarakat

Jika perdebatan seputar fungsi internet dalam menstimulus partisipasi politik masyarakat luas sudah sampai pada titik dimana partisipasi politik tersebut terus meningkat secara statistik dan internet dianggap sebagai ‘a new media’ dalam kajian media dan teknologi komunikasi (Price, 2010) misalnya, hingga ‘a new tool of democracy’ dalam kajian politik (Danning, 2001) atau ‘a new public sphere’ dalam kajian filsafat dan sosiologi (Gimmler, 2001). 

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana dengan kadar pencapaian dari demokrasi itu sendiri? Apakah partisipasi politik melalui media internet dimana rakyat menyalurkan aspirasi mereka bekerja efektif dalam membangun suatu peradaban masyarakat yang demokratis? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut perkenankanlah saya mengurai argumentasi. 


Oct 23, 2012

Wawasan CYBER-POLITICS: Hacktivism-Cyberwarfare

Oleh: Nofia FITRI


Dunia global dan kemajuan teknologi modern, perkembangan internet beserta aktivitas di dunia maya/cyber tidak terlepas dari meningkatnya aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas untuk tujuan profit, sosial-politik atau sebaliknya hanya sekedar penyebaran ideologi individu semata. Namun yang sangat disayangkan hari ini, masyarakat umum ternyata masih agak awam dalam memahami perbedaan diantara aksi-aksi di dunia maya yang kerap melibatkan teknik hacking komputer dengan beragam motif tersebut.

Sederhananya, seorang kriminalitas cyber di dunia maya (cracker=perusak) berbeda dengan hacker, berbeda dengan hacktivist, berbeda dengan cyberterrorist.


Hacktivism & Cybercrime

Sebut saja Political Acktivism atau yang dikenal dengan istilah ‘Hacktivism’ yang berbeda secara definisi dan implementasi dengan Cybercrime apalagi Cyberterrorism. Namun pembedaan ini menjadi kabur seiring dengan minimnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga konotasi negatif kerap melekat dan sebaliknya mereka para pemula yang minim wawasan (baca: internet users/pecinta teknologi) justru semakin terbodohi oleh statement-statement antipolitik di dunia maya.

Hacktivism secara definisi dimaknai sebagai aksi yang tidak menggunakan kekerasan fisik juga tidak menimbulkan kekerasan fisik secara langsung dengan menggunakan teknik hacking komputer untuk tujuan-tujuan politis. Mengutip Samuel dalam pembatasan disertasi Harvard nya “hacktivism is the nonviolent use of illegal or legally ambigous digital tools in pursuit of political ends.” Bentuk aksi Hacktivism misalnya seperti yang dilakukan kelompok Hacktivism pertama the Cult of the Dead Cow di Amerika salahsatunya lewat aksi developing ‘Goolag Tool’ sebagai bentuk protes atas dominasi microsoft, atau kelompok The Electrohippies di Inggris dengan Gerakan propaganda Anti-Globalisasi nya di dunia maya.


Feb 17, 2012

“Freedom on Internet” Pasca SOPA/PIPA: Antara Kebebasan Informasi, Hacktivism & ”Market Interests”



Oleh: Nofia Fitri AZRIEL

“....this bill would establish a system for taking down websites that the Justice Department determines to be dedicated to copyright infringement. The copyright owner would be able to commence a legal action against any site they deem to have "only limited purpose or use other than infringement," and the copyright owner would be allowed to demand that search engines, social networking sites and domain name services block access to the targeted site. It would also make unauthorized web streaming of copyrighted content a felony with a possible penalty up to five years in prison.”


Kutipan diatas adalah point penting Rancangan Undang undang (RUU) SOPA/PIPA yang diajukan anggota parlemen US. Apa sebetulnya yang membuat isu ini menjadi kontroversi dan bagaimana dunia menyikapi fenomena yang kini mulai meredam tersebut, namun telah memunculkan satu tawaran baru ‘OPEN’ karena ketakutan akan ACTA dan pertanyaan tentang ‘freedom on internet.’ 


SOPA & PIPA: Sebuah Deregulasi 

Dunia Maya (bahkan dunia nyata) kembali diguncang isu yang menarik perhatian banyak kalangan dari Akademisi, Policy Makers (pembuat kebijakan) dan Stake Holders, Researcher, Big Companies sampai Internet User/Netter. Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA) menjadi buah bibir Januari, menuai protes di dunia maya hingga demonstrasi konvensional di wilayah real. SOPA & PIPA adalah RUU yang membatasi para pengguna internet terkait hak cipta. Sederhananya RUU tersebut adalah bentuk meregulasi kembali ‘deregulasi’ hal-hal yang terkait dengan aktivitas di Internet yang melibatkan masyarakat dunia karena minimnya ‘rules’ yang dapat menertibkan internet users. Perlu ditekankan bahwa membuat aturan, tidak melulu membatasi, melainkan juga menegakan keadilan. 


Feb 7, 2012

Hack the Political-Economy Interests on the Internet War


(Kepentingan Ekonomi-Politik dalam Perang Internet)

Oleh: Nofia Fitri


‘Jagad Maya ini diciptakan siapa? Jagad maya ini milik siapa? Jagad maya ini dikuasai siapa? Jagad Maya ini disisipi kepentingan siapa? dan JAGAD MAYA ini untuk siapa?’



INTERNET dan ‘User’ 

Kemajuan teknologi Internet sesungguhnya dapat mendidik penggunanya ‘user’ menjadi lebih kritis. Namun sayangnya sistem pendidikan dinegeri ini tidak sepenuhnya mendukung individu untuk melakukan analisis ‘issue’ dalam sudut pandang yang variant. Tulisan ini dibuat untuk berbagi wawasan politik dasar bagi para pengguna internet pemula dalam memahami setiap persoalan yang berkaitan dengan diri kita sebagai si ‘user’ di dunia maya.

Ketika kita menjadi ‘user’ internet ada beberapa hal yang melekat dalam diri kita namun kadang tidak disadari: pertama, seorang internet user sama dengan seseorang yang tidak pernah ‘aman’ dalam sistem yang terkoneksi oleh kabel dan terfasilitasi oleh rangkaian-rangakaian kode yang terprogram sebagai menjadi ‘nyawa’ dari dunia cyber. Sewaktu-waktu kita dapat menjadi korban dari keawaman akan teknologi. 

Lalu kedua, seorang internet user sama dengan seseorang yang telah rela untuk menjadi bagian tidak hanya dari kemudahan tapi juga kerumitan yang tercipta di ruang-ruang maya.

Dan ketiga, yang kadang tidak terlalu menjadi ‘concern’ bahkan sering terabaikan oleh kita adalah seorang internet user sama dengan seseorang yang dituntut untuk membuka luas wawasannya tentang konstalasi global (ekonomi, politik, sosial, budaya, dll) karena ruang maya dimana ia melakukan interaksi dengan berbagai macam orang adalah tempat dimana masyarakat se-dunia berkumpul dengan segala macam kepentingan yang berbeda dan sewaktu-waktu dapat dintervensi oleh pemilik kekuasaan ataupun pemilik modal.